Jumat, 20 April 2012

Pengertian Penelitian

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia diberi oleh Allah akal yang berguna unuk berfikir. Berfikir adalah upaya manusia untuk memperbaiki dirinya baik dihadapan Allah maupun manusia, sebab dengan proses berfikir manusia akan cenderung terlihat bijaksana dalam menyelesaikan masalahnya.
Keinginan untuk menjadi cerdas adalah hal yang wajar. Karena itu, manusia selalu “mencoba-coba” apakah hal itu sesuai dengan pemikirannya atau tidak. Kita semua faham bahwa sesungguhnya, makanan bagi akal kita adalah sepiring akal dan segelas nasihat. Dengan itu, manusia akan selalu merasa dirinya akan selalu dalam kebaikan.
            Demi menunjang ketercapaiannya itu, maka adakalanya kita butuh apa yang disebut dengan penelitian. Penelitian memiliki maksud untuk menjadi lantaran, bagi jalan kita dalam membuat suatu rancangan dasar bagi pemahaman kita. Kita tidak akan mengerti ataupun memahami jikalau kita tidak berusaha untuk meneliti masalah. Penelitian memiliki bermacam-macam jenis seperti yang akan kami jelaskan dalam makalah ini. Semoga bisa bermanfaat dan dapat membuka wawasan kita tentang penelitian tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN
      A.    Pengertian Penelitian
            Ada beberapa pengertian penelitian menurut buku dan para ahli, diantaranya :
Pengertian penelitian adalah usaha manusia yang di lakukan untuk mencari jawaban atas suatu keingintahuan. Sebagaimana berteori, penelitian juga merupakan aktivitas sehari-hari yang di lakukan oleh setiap orang, baik di dasari maupun tidak. Karena setiap waktu kita selalu menemukan hal-hal baru dan senantiasa mencari penjelasan/jawaban tentang penyebab, factor-faktor yang mempengaruhi, serta akibat-akibat yang di timbulkannya.
Dalam penelitian dikenal apa yang di sebut metodologi penelitian dan metode penelitian. Metodologi penelitian adalah strategi dalam melakukan penelitian termasuk tahapan-tahapan yang di lakukan melakukan penelitian. Tahapan ini meliputi :
1.      Pendekatan yang di pilih (positivism atau alternative)
2.      Penetapan tujuan studi
3.      Perumusan research question
4.      Pengumpulan data
5.      Dan penulisan laporan
Sedangkan metode penelitian merupakan dari bagian dari metodologi yang secara khusus mendeskripsikan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis data[1].
Dalam bahasa inggris istilah penelitian disebut (research), berasal dari kata (re) artinya kembali dan (to reasrch) artinya menemukan atau mencari. Adapun yang di temukan cari atau dicari dalam hal ini adalah jawaban atau kebenaran dari pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam fikiran manusia atas suatu masalah yang muncul dan perlu untuk di pecahkan.dalam hal ini, penelitian merupakan suatu sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, baik dari segiteoritis maupun praktis. Penelitian merupakan suatu bagian pokok dari ilmu pengetahuan, yang bertujuan untuk lebih mengetahui dan lebih mendalami segala segi kehidupan. Betapa besarnya manfaat dan kegunaan penelitian, kiranya sulit untuk di sangkal, oleh karena dengan penelitian itulah manusia mencari kebenaran dari pada pergaulan hidup ini, yang di tentukan oleh pribadi manusia, lingkungan social dan lingkungan alam[2].
Penelitian pada hakekatnya adalah suatu kegiatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang suatu masalah. Pengetahuan yang di peroleh dari penelitian terdiri dari fakta, konsep, generalisasi dan teori yang memungkinkan manusia dapat memahami fenomena dan memecahkan masalah yang di hadapinya.masalah penelitian dapat timbul akibat adanya kesulitan yang mengganggu kehidupan manusia atau semata-mata karena dorongan ingin tahu sebagai sifat naluri manusia. Baik untuk masalah penelitian yang timbul karena adanya kesulitan yang di hadapi manusia maupun karena naluri ingin tahu, di perlukan jawaban yang dapat diandalkan berdasarkan yang benar.kebenaran yang dipegang teguh dalam penelitian adalah kebenaran ilmiah, yaitu kebenaran yang bersifat mutlak.penelitian berusaha memperoleh pengetahuan yang memiliki kebenaran ilmiah yang lebih sempurna dari pengetahuan sebelumnya, yang kesalahanya lebih kecil dari pada pengetahuan yang telah terkumpul sebelumnya[3]
B. Tujuan Penelitian
            Tujuan penelitian antara lain:
a.       Memperoleh informasi baru. Pada penelitian biasannya seorang peneliti akan berubungan dengan data atau fakta baru. Walaupun suatu data atau fakta tersebut telah ada da nada pada suatu tempat dalam waktu lama (data sejarah), namun apabila fakta dan data tersebut terungkap dan di sajikan secara sistematis maka dapat dikatakan data dan fakta masih tetap baru.
b.      Mengembangkan dan menjelaskan. Merupakan tujuan penelitian yang lain dan penting karena hanya melalui penelitian suatu cakrawala teori ilmu pengetahuan dapat di kembangkan.
c.       Menerangkan, memprediksi dan mengontrol suatu variabel. Seseorang yang dapat menguasai ilmu pengetahuan yang mencangkup fungsi menerangkan, memprediksi, dan mengontrol sesuatu maka dapat di katakan bahwa orang tersebut adalah berpengetahuan atau seorang umaroh.

C. Jenis-jenis Penelitian
            Penggolongan jenis-jenis penelitian tergantung kepada pedoman dari segi mana penggolongan itu di tinjau[4]. Keseragaman dasar tinjauan penggolongan belumlah tercapai. Namun secara umum dapatlah di catat jenis-jenis penggolongan sebagai berikut:
a.       Penggolongan menurut bidangnya: penelitian pendidikan, penelitian sejarah, penelitian bahasa, penelitian ilmu teknik, penelitian biologi, penelitian ekonomi, dan sebagainya
b.      Penggolongan menurut  tempatnya: penelitian laboratorium, penelitian perpustakaan, dan penelitian kancah.
c.       Penggolongan menurut pemakaianya: penelitian murni (pure research) dan penelitian terpakai (applied research).
d.      Penggolongan menurut tujuan umumnya: Penelitian eksploratif, penelitian developmental, dan penelitian verifikatif.
e.       Penggolongan menurut tarafnya: Penelitian deskriptif dan penelitian inferensial.
f.       Penggolongan menurut approachnya: penelitian longitudinal dan penelitian cross-sektional[5].

D. Macam-macam Penelitian
            Secara garis besar, penelitian dapat dibedakan dari beberapa aspek bagaimana suatu bentuk penelitian dilihat dan dibedakan. Beberapa aspek tinjauan tersebut: aspek tujuan, aspek metode, dan aspek bidang kajian.
1.      Klasifikasi bentuk penelitian dari aspek tujuan. Ada dua macam tujuan yaitu:
a.       Penelitian Dasar. Suatu bentuk penelitian dikatakan penelitian dasar apabila para peneliti yang melakukan penelitian mempunyai tujuan perluasan ilmu dengan tanpa memikirkan pada pemanfaatan hasil penelitian tersbut untuk manusia maupun masyarakat.
b.      Penelitian Terepan. Penelitian juga sering disebut sebagai applied research. Para peneliti dalam hal ini mengadakan penelitian atas dasar permasalahan yang signifikan dan hidup dimasyarakat sekitarnya. Tujuan para peneliti yang utama adalah memecahkan masalah dan hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia baik secara individual maupun secara kelompok maupun keperluan industri atau pengusaha dan bukan untuk wawasan keilmuan.
2.      Klasifikasi penelitian menurut aspek metode.  Pengelompokan bentuk penelitian yang sering pula di lakukan oleh para peneiti adalah klasifikasi bentuk penelitian menurut aspek metode yang di gunakan. Beberapa macam bentuk penelitian di lihat dari segi metode dapat di lihat dalam keterangan di bawah ini.
a.    Penelitian Deskriptif. Klasifikasi yang pertama sering di temui dalam bidang social, ekonomi, dan pendidikan ialah penelitian deskriptif. Pada penelitian deskriptif ini, para peneliti berusaha menggambarkan kegiatan penelitian yang di lakukan pada obyek tertentu secara jelas dan sistematis.
b.    Penelitian Sejarah. Penelitian sejarah  atau historical research ini juga di lihat sepintas sama dengan penelitian deskriptif. Keduanya sama-sama menggunakan penggambaran secara komprehensip tentang obyek atau subyek penelitian. Yang membedakan dalam penelitian sejarah, peneliti lebih memfokuskan pencarian data dengan metode wawancara pada pelaku sejarah, misalnya para pimpinan yang terlibat dan tokoh-tokoh masyarakat yang mengalami dan menggunakan sumber-sumber lain termasuk  obyek peninggalan kejadian, prasasti, dan buku-buku yang berkaitan erat dengan peristiwa yang di teliti. Tujuan dari kegitan tersebut ialah untuk memperoleh gambaran secara obyektif terhadap peristiwa besar atau obyek yang di teliti. Di Negara berkembang termasuk di Indonesia ini, peneliti sejarah belum menjadi perhatian yang serius oleh para ahli di bidangya. Oleh karena itu, tidak aneh jika terjadi penyimpangan terhadap obyektifitas yang dapat berakibat sebagai berikut.
1)   Peristiwa besar daam kehidupan masyarakat yang di ambil dengan metodologi penelitian yang valid masih kurang.
2)   Peristiwa biasa menjadi peristiwa legendaris dan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.
3)   Banyak di gunakan oleh para penguasa untuk memperoleh legitimasi yang lebih besar dan melanggengkan kekuasaanya.
c.    Penelitian survei. Bentuk penelitian yang kedua ini seringpula di sebut sebagai penelitian normative atau atau penelitian status. Penelitian survei biasanya tidak membatasi dengan satu atau beberapa variabel. Para peneliti pada umumnya dapat menggunakan variabel serta populasi yang luas sesuai dengan tujuan penelitian yang hendak di capai. Hasil yang luas dari penelitian survei juga dapat di gunakan untuk bermacam-macam tujuan seperti berikut.
1)   Penelitian ini dapat di gunakan sebagai bentuk awal penelitian yang telah di rencanakan untuk di tindak lanjuti dengan penelitian-penelitian lain yang lebih spesifik.
2)   Dengan penelitian survei, para peneliti dapat melakukan eksplorasi dan deskriptif sebagai tujuan penelitian.
3)   Dengan penelitian ini, mereka juga dapat melekukan klasifikasi terhadap permasalahan yang hendak di pecahkan kemudian.
d.   Penelitian ex-postfakto.  Penelitian ini di sebut penelitian ex-postfakto karena para peneliti berhubungan dengan variabel yang telah terjadi dan mereka tidak perlu memberikan perlakuan terhadap variabel yang di teliti.
e.    Penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen merupakan metode inti dari model penelitian yang ada. Karen adalam penelitian eksperimen para peneliti mellakukan tiga persyaratan dari suatu bentuk penelitian. Ketiga persyaratan tersebut, yaitu kegiatan mengontrol, memanipulasi, dan observasi.
f.     Penelitian kuasi eksperimen. Kuasi arti lain dari semu. Penelitian kuasi eksperimen dapat diartikan sebagai penelitian yang mendekati eksperimen atau eksperimen semu.
3.      Klasifikasi penelitian menurut bidang garapan. Dapat dibedakan menjadi 2:
a.     Penelitian Kependidikan. Bidang garapan yang menjadi pokok penelitian adalah menekankan pada sekitar masalah pendidikan, baik yang mencakup faktor internal pendidikan termasuk: komponen guru, siswa, kurikulum sistem pengajar, manajemen pendidikan dan hubungan lembaga dan masyarakat. Disamping itu penelitian itu penelitian juga mencakup faktor eksternal seperti: kebijakan pemerintah terhadap lembaga pendidikan, pengaruh gaya hidup elit politik terhadap prospek pendidikan, pengaruh kehidupan sosial dan ekonomi terhadap pendidikan generasi muda, dan sebagainya.
b.   Penelitian Non Kependidikan. Penelitian non kependidikan ini mempunyai cangkupan yang luas sekali seluas bidang keahlian dan variasi dari para pembaca, dapat dimasukkan sebagai penelitian non kependidikan. Untuk memberikan semacam acuan di bawah diberikan kemungkinan contoh-contoh penelitian non kependidikan: penelitian sosial, ekonomi, politik, kebijakan pemerintah, sejarah, antropologi dsb.

E. Ciri-ciri Penelitian Ilmiah
1.      Purposiveness, fokus tujuan yang jelas;
2.      Rigor, teliti, memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik;
3.      Testibility, prosedur pengujian hipotesis jelas
4.      Replicability, Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis;
5.      Objectivity, Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan emosional;
6.      Generalizability, Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna;
7.       Precision, Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat;
8.      Parsimony, Kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya.
Penelitian yang dilakukan dengan metode ilmiah disebut penelitian ilmiah. Suatu penelitian harus memenuhi beberapa karakteristik untuk dapat dikatakan sebagai penelitian ilmiah.
 Umumnya ada lima karakteristik penelitian ilmiah, yaitu :
a.       Sistematik
Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.
b.      Logis
Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
c.       Empirik
Artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari yang ditemukan atau melalui hasil percobaan yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian.
Landasan penelitian empirik ada tiga yaitu :
a.      Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada        penggolongan atau perbandingan satu sama lain).
b.      Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu
c.      Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada   penyebabnya (ada hubungan sebab akibat).
d.      Obyektif,
Artinya suatu penelitian menjahui aspek-aspek subyektif yaitu tidak mencampurkannya dengan nilai-nilai etis.
e.       Replikatif,
Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama.
Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variabel menjadi langkah penting bagi seorang peneliti[6].

F.    Fungsi Penelitian
            Penelitian menghasilkan pengetahuan yang dapat dipakai untuk mendeskripsikan fenomena, menjelaskan hubungan antar fenomena, meramalkan fenomena yang akan terjadi secara ilmiah dan akurat dan mengendalikan berbagai fenomena dan kekuatan alam untuk berbagai keperluan. Dengan demikian penelitian mengemban fungsi-fungsi penting sebagai berikut:
  1. Sebagai cara untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Hasil penelitian dapat berupa temuan-temuan baru, dukungan atau koreksi terhadap temuan dan teori yang sudah ada.
  2. Sebagai alat pemecahan masalah praktis di lapangan. Pelaksanaan program dalam berbagai bidang dapat memanfaatkan hasil penelitian atau melaksanakan sendiri penelitian-penelitian tindakan (action research) untuk mempelajari timbulnya suatu masalah sehingga dapat mengambil langkah untuk mengatasinya.
  3. Sebagai penyumbang informasi penting bagi pembuatan kebijakan dan perencanaan program pembangunan. Pembuatan kebijakan sangat mengandalkan hasil dari suatu tindakan penelitian.
  4. Sebagai cara untuk mengembangkan teknologi. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) tergantung dari hasil penelitian.[7]
  5. Menemukan seuatu yang baru. Walaupun banyak cara untuk dapat menemukan informasi atau hasil karya baru, dalam dunia pengetahuan penemuan yang dilakukan melalui suatu kegiatan penelitian adalah hasil yang andal dan mendapat pengakuan dari kalangan ilmuan. Melalui penelitian yang baik, hasil temuan dapat diakui oleh para ahli di bidangnya.
  6. Melakukan validasi terhadap teori lama. Hasil penelitian digunakan sebagai konfirmasi atau pembaruan jika terjadi perubahan yang nyata terhadap paradigma teori yang telah lama berlaku. Melalui penelitian, hasil temuan yang memang dapat berlaku secara universal, dapat diangkat menjadi hukum yang mungkin berlaku sepanjang waktu.[8]
G.    Tahap-tahap Penelitian
  1. Memilih Masalah. Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan yang menyangkut persoalan yang cukup penting untuk dijadikan masalah penelitian. Masalah tersebut harus merupakan persoalan yang dapat dijawab melalui penyelidikan ilmiah. Selain itu, masalah itu harus juga merupakan persoalan yang belum ada jawabannya, tetapi sarana untuk mencari jawaban itu, yakni melalui pengumpulan data dan analisis data, dapat diperoleh.
  2. Tahap Analisis. Sesudah masalah yang akan diteliti diidentifikasi, tahap berikut adalah tahap analisis. Tahap ini menuntut pengkajian yang mendalam terhadap hasil-hasil penelitian sebelumnya, yang mungkin telah dilakukan terhadap masalah tersebut. Pembahasan hasil penelitian yang berkaitan ini amat diperlukan guna memperoleh pengertian yang dalam mengenai masalah penelitian, serta agar dapat memberikan latar belakang bagi perumusan hipotesis yang merupakan aspek penting dari tahap analisis ini. Pedoman terbaik untuk mendapatkan hipotesis yang tepat adalah dengan menganalisis secara cermat data yang ada dan bersangkut-paut dengan masalah penelitian.
  3. Memilih Strategi Penelitian dan Mengembangkan Instrumen. Masalah penelitian akan menentukan metode penelitian yang harus dipakai. Ada masalah yang memrlukan eksperimentasi, ada pula yang mungkin dapat diatasi dengan memakai strategi penelitian deskriptif. Selanjutnya, pemilihan metode penelitian akan mempengaruhi penyusunan rancangan penyelidikan (design) dan prosedur-prosedur pengukuran variabel. Alat-alat (instrumen) pengukuran variabel ini mungkin sudah tersedia dan merupakan alat pengukur baku, atau bisa juga masih harus dikembangkan oleh peneliti sendiri.
  4. Mengumpulkan dan Menafsirkan Data. Konsekuensi-konsekuensi hipotesis penelitian yang dicapai melalui deduksi harus diuji terlebih dahulu. Oleh karena itu, tahapan ini memerlukan pengumpulan data, yang meliputi pekerjaan rutin seperti mengurus instrumen penelitian, menyimpan catatan-catatan, menyusun jadwal dan sebagainya. Berbeda dengan anggapan umum, tahap ini biasanya memerlukan waktu yang jauh lebih sedikit daripada tahap-tahap perencanaan penelitian sebelumnya. Sesudah dikumpulkan, selanjutnya data harus dianalisis, bisanya secara statistik. Kemudian peneliti melakukan penafsiran yang tepat terhadap hasil penelitian yang diperoleh.
  5. Melaporkan Hasil Penelitian. Para peneliti harus berusaha agar prosedur, hasil-hasil dan kesimpulan-kesimpulan penelitian mereka tersaji dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh orang lain, yang mungkin berminat terhadap masalah yang diteliti. Untuk itu diperlukan suatu penyajian yang jelas dan ringkas tentang langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian itu.[9]
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.   Pengertian Penelitian
       Penelitian pada hakekatnya adalah suatu kegiatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang suatu masalah.
2.   Tujuan Penelitian
a.       Memperoleh informasi baru. Pada penelitian biasannya seorang peneliti akan berubungan dengan data atau fakta baru. Walaupun suatu data atau fakta tersebut telah ada da nada pada suatu tempat dalam waktu lama (data sejarah), namun apabila fakta dan data tersebut terungkap dan di sajikan secara sistematis maka dapat dikatakan data dan fakta masih tetap baru.
b.      Mengembangkan dan menjelaskan. Merupakan tujuan penelitian yang lain dan penting karena hanya melalui penelitian suatu cakrawala teori ilmu pengetahuan dapat di kembangkan.
c.       Menerangkan, memprediksi dan mengontrol suatu variabel. Seseorang yang dapat menguasai ilmu pengetahuan yang mencangkup fungsi menerangkan, memprediksi, dan mengontrol sesuatu maka dapat di katakan bahwa orang tersebut adalah berpengetahuan atau seorang umaroh.
3.   Jenis-jenis Penelitian
            Namun secara umum dapatlah di catat jenis-jenis penggolongan sebagai berikut:
a.       Penggolongan menurut bidangnya: penelitian pendidikan, penelitian sejarah, penelitian bahasa, penelitian ilmu teknik, penelitian biologi, penelitian ekonomi, dan sebagainya
b.      Penggolongan menurut  tempatnya: penelitian laboratorium, penelitian perpustakaan, dan penelitian kancah.
c.       Penggolongan menurut pemakaianya: penelitian murni (pure research) dan penelitian terpakai (applied research)
d.      Penggolongan menurut tujuan umumnya: Penelitian eksploratif, penelitian developmental, dan penelitian verifikatif.
e.       Penggolongan menurut tarafnya: Penelitian deskriptif dan penelitian inferensial.
f.       Penggolongan menurut approachnya: penelitian longitudinal dan penelitian cross-sektional[10].
4.   Macam-macam Penelitian
       Secara garis besar, penelitian dapat dibedakan dari beberapa aspek bagaimana suatu bentuk penelitian dilihat dan dibedakan. Beberapa aspek tinjauan tersebut: aspek tujuan, aspek metode, dan aspek bidang kajian
5.   Ciri-ciri Penelitian Ilmiah
       Umumnya ada lima karakteristik penelitian ilmiah, yaitu :
a.   Sistematik
Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.
b.  Logis
Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
c.   Empirik
Artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari yang ditemukan atau melalui hasil percobaan yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian.
Landasan penelitian empirik ada tiga yaitu :
a. Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain).
b. Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu
c. Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada   penyebabnya (ada hubungan sebab akibat).
d.  Obyektif,
Artinya suatu penelitian menjahui aspek-aspek subyektif yaitu tidak mencampurkannya dengan nilai-nilai etis.
e.   Replikatif,
Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama.
Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variabel menjadi langkah penting bagi seorang peneliti[11].
6.   Fungsi Penelitian
            Dengan demikian penelitian mengemban fungsi-fungsi penting sebagai berikut:
a.       Sebagai cara untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
b.      Sebagai alat pemecahan masalah praktis di lapangan.
c.       Sebagai penyumbang informasi penting bagi pembuatan kebijakan dan perencanaan program pembangunan.
d.      Sebagai cara untuk mengembangkan teknologi.
e.       Menemukan seuatu yang baru.
f.       Melakukan validasi terhadap teori lama.[12]
7.   Tahap Penelitian
a.       Memilih Masalah.
b.      Tahap Analisis.
c.       Memilih Strategi Penelitian dan Mengembangkan Instrumen.
d.      Mengumpulkan dan Menafsirkan Data.
e.       Melaporkan Hasil Penelitian.[13] 

Daftar Rujukan

[1] Efferin, Sujoko,dkk. 2004. Metode Penelitian Untuk Akutansi: Sebuah Pendekatan Praktis. Malang: Bayumedia. Hlm 7
[2] Tanzeh, Ahmad. 2011. Metodologi Penelitian Praktis.Yogyakarta: Teras. Hlm 1
[3] Ibid, hlm 2
[4] Hadi, Sutrisno,1986. Metodologi Research, Di kutiip Dari Ahmad Tanzeh, 2011. Yogyakarta: Teras. Hlm 4
[5] Tanzeh, Ahmad. 2011. Metodologi Penelitian Praktis. Yokyakarta: Teras. Hlm 4
[6] Winchester, Dean.Tanpa Tahun. Ciri-ciri penelitian Ilmiah. (Online). http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2026144-ciri-ciri-penelitian-ilmiah/#ixzz1s1Q0RYuY. Di akses 15 April 2012
[7] Ahmad Tanzeh.2011.Metodologi Penelitian Praktis.Yogyakarta:Teras.Hal:7
[8] Sukardi.2003.Metodologi Penelitian Pendidikan.Jakarta: PT.Bumi Aksara.Hal:9
[9] Arief Furchan.1982.Pengantar Penelitian dalam Pendidikan.Surabaya:Usaha Nasional.Hal:46
[10] Tanzeh, Ahmad. 2011. Metodologi Penelitian Praktis. Yokyakarta: Teras. Hlm 4
[11] Winchester, Dean.Tanpa Tahun. Ciri-ciri penelitian Ilmiah. (Online). http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2026144-ciri-ciri-penelitian-ilmiah/#ixzz1s1Q0RYuY. Di akses 15 April 2012
[12] Sukardi.2003.Metodologi Penelitian Pendidikan.Jakarta: PT.Bumi Aksara.Hal:9
[13] Arief Furchan.1982.Pengantar Penelitian dalam Pendidikan.Surabaya:Usaha Nasional.Hal:46


Bacaan yang Mungkin Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar