Minggu, 01 Juli 2012

Taraf Kesukaran Tes dan Daya Pembeda Sebuah Tes

Menganalisis tingkat kesukaran soal artinya mengkaji soal- soal tes dari segi kesulitanya sehingga dapat di peroleh soal-soal mana yang termasuk mudah ,sedang dan sukar. Sedangkan menganalisis daya pembeda artinya mengkaji soal-soal tes dari segi kesanggupan tes tersebut dalam kategori lemah atau rendah dan kategori kuat atau tinngi prestasinya (Wayan Nurkancana, 1983; 134).

A. Taraf kesukaran tes
Asumsi yang digunakan untuk memperoleh kwalitas yang baik, disamping memenuhi validitas dan reliabilitas adalah daya keseimbangan dari tingkat kesulitan soal tersebut. Keseimbangan yang dimaksutkan adalah adanya soal-soal yang termasuk mudah sedang dan sukar secara porposional. Tingkat kesukaran soal dipandang dari kesanggupan atau kemampuan siswa dalam menjawabnya, bukan dilihat dari segi guru dalam melakukan analisis pembuat soal.

Ada beberapa dasar pertimbangan dalam menentukan proporsi jumlah soal kategori mudah sedang dan sukar.Pertimbangan pertama adalah adanya keseimbangan, yakni jumlah soal sama untuk ke tiga kategori tersebut. dan ke dua proposi jumlah soal untuk ke tiga kategori tersebut artinya sebagian besar soal berada dalam kategori sedang sebagian lagi termasuk kategori mudah dan sukar dengan proporsi yang seimbang.

Perbandingan antara soal mudah sedang sukar bisa di buat 3-4-3. Artinya, 30% soal kategori mudah 40% soal kategori sedang dan 30% lagi soal kategori sukar.

Di samping itu oleh karena suatu tes dimaksutkan untuk memisahkan antara murid-murid yang betul-betul mempelajari suatu pelajaran dengan murid-murid yang tidak mempelajari pelajaran itu, maka tes atau item yang baik adalah tes atau item yang betul-betul dapat memisahkan ke dua golongan murid tadi. Jadi setiap item disamping harus mempunyai derajat  kesukaran tertentu, juga harus mampu membedakan antara murid yang pandai dengan murid yang kurang pandai.
Setelah judgment dilakukan oleh guru kemudian soal tersebut di uji cobakan dan dianalisis apakah judgment tersebut sesuai atau tidak. Cara melakukan analisis untuk menentukan tingkat kesukaran soal adalah dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

I =
B
N

Keterangan:
I   =Indeks kesulitan untuk setiap butir soal
B =Banyaknya siswa yang menjawab benar setiap butir soal
N =Banyaknya yang memberikan jawaban pada soal yang di maksudkan.

Kriteria yang digunakan makin kecil indeks yang di peroleh makin sulit soal tersebut. Sebaliknya makin besar indeks yang diperoleh makin mudah soal tersebut.

Menurut keiteria yang sering di ikuti indeks kesukaran sering di klasifikasikan sebagai berikut :
· Soal dengan  P  0 – 0,30 adalah soal kategori sukar.
· Soal dengan P  0,31 – 0,70  adalah soal kategori sedang.
· Soal dengan  P  0,71 – 1,00  adakah soal kategori mudah.

Contoh:
Guru SKI memberikan 10 pertanyaan piihan berganda denga komposisi 3 soal mudah , 4 soal sedang , dan 3 soal sukar. Jika di lukiskan susunan soalnya adalah sebagai berikut :

No soal
Abilitas yang Diukur
Tingkat kesukaran soal
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Pengetahuan
Aplikasi
Pemahaman
Analisis
Evaluasi
Sitesis
Pemahaman
Aplikasi
Analisis
Sitesis
Mudah
Sedang
Mudah
Sedang
Sukar
Sukar
Mudah
Sedang
Sedang
Sukar 

Kemudian soal tersebut di berikan kepada 10 orang siswa dan tidak seorang pun yang tidak mengisi seluruh pertanyaan tersebut. Setelah di periksa hasilnya adalah sebagai berikut.

No soal
Banyakya siswa yang menjawab (N)
Banyaknya siswa yang menjawab (B)
Indeks
B
N
Kategori soal
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
20
20
20
20
20
20
20
20
20
20
18
12
10
20
6
4
16
11
17
5
0,9
0,6
0,5
1,0
0,3
0,2
0,8
0,55
0,85
0,25
Mudah
Sedang
Mudah
Seang
Sukar
Sukar
Mudah
Sedang
Sedang
Sukar
         
Dari sebaran di atas ternyata ada tiga soal yang meleset, yakni soal nomor 3 yang semula di proyeksikan kedalam kategori mudah, setelah di coba ternyata termasuk kedalam kadegori sedang.demikian,juga soal nomor 4 yang semula di proyeksikan sededang ternyata termasuk kedalam kategori mudah . nomor 9 semula di kategorikan sedang ternyata termasuk kedalam kategori mudah. Sedangkan tujuh soal yang lainya sesuai dengan proyeksi semula atas dasar tersebut ketiga soal diatas harus diperbaiki kembali.
Soal no : 3 dinaikan dalam kategori sedang.
Soal no : 4 diturunkan dalam kategori mudah.
Soal no : 9 di turunkan kedalam kategori mudah.

B. Analisis Daya Pembeda 
Salah satu tujuan analisis kuantitatif soal adalah untuk menentukan dapat tidaknya suatu soal membedakan kelompok dalam aspek yang di ukur sesuai dengan perbedaan yang ada dlam kelompok itu.

Indeks yang di gunakan dalam membedakan peserta tes yang berkemampuan tinggi dengan peserta tes yang berkemampuan rendah adalah indeks daya pembeda.      Indeks ini menunjukkan kesesuaian antara fungsi soal dengan fungsi tes secara keseluruhan. Dengan demikian validitas soal ini sama dengan daya pembeda soal yaitu daya yang membedakan antara peserta tes yang berkemampuan tinggi dengan peserta tes yang berkemampuan rendah.

1.    Hubungan antara tingkat kesukaran dan daya pembeda.
Tingkat kesukaran berpengaruh langsung pada daya pembeda soal. Jila setiap orang memilih benar jawaban ( P = 1 ), atau jika setiap orang memiliki benar jawaban (P = 0) maka soal tidak dapat digunakan untuk membedakan kemampuan peserta tes. oleh kaena itu soal yang baik adalah soal yang memiliki daya pembeda antara peserta tes kelompok atas dan kelompok rendah. Kelompok rendah memiliki tingkat kemampuam 0.50 dan akan diperoleh daya pembeda kelompok atas maksimal 1.00.

2.    Daya pembeda soal pilihan ganda                  
    Bagaimana menentukan daya pembeda soal pilihan ganda?Yang menunjukkan tingkat kesukaran soal pilihan ganda. Daya pembeda di tentukan dengan melihat kelompok atas dan kelompok bawah berdasarkam sekor total. perhatikan tabel berikut.

No
Peserta
Nomor soal
Skor
Total
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Aan
Adi
Ana
Andi
Candra
dian
Risma
sasa
titik
uun
1
1
1
1
1
1
1
1
0
0
8
3
7
8
4
8
3
6
4
4
1
0
0
0
1
0
0
0
1
0
1
1
1
1
0
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
0
0
1
0
1
0
1
0
0
0
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
0
0
1
0
0
0
1
0
0
0
1
0
1
1
1
1
0
1
1
0
0
0
1
0
0
1
1
0
0
0
1
0
1
0
0
0
0
0
1
1
1
0

Untuk memudahkan perhitungan sekor yang terdapat pada tabel di urutkan dari peserta tes yang memperoleh skor yang tinggi menuju peserta yang memperoleh sekor yang rendah. Perhatikan tabel berikut:

No
Peserta
Nomor soal
Skor
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Aan
Dian
Andi
Ana
Sasa
Candra
Titik
Uun
Adi
Risma
1
1
1
1
1
1
1
1
0
0
8
8
8
7
6
4
4
4
3
3
1
1
1
1
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
0
0
1
1
1
1
0
1
1
1
0
0
1
1
1
1
0
1
1
0
0
0
1
0
1
0
1
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
0
0
0
1
0
1
0
0
0
1
0
0
1
1
0
1
0
0
0
1
0
0
0
1
0
1
0
0
0
1
0
0
0
1
0
Jumlah jawaban benar
10
5
6
6
8
5
5
5
5
0

Jumlah peserta
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10

Kesukaran
0.00
0.50
0.60
0.60
0.80
0.50
0.50
0.50
0.5
1.00

         
Keterangan :
Skor Siswa kelompok atas 6 – 10
Skor Siswakelompok bawah 5 - 1

Berikut ini cara menghitung daya beda:
Nilai DB akan merentang antara nilai -1,00 hingga +1.00. dengan mengambil soal comtoh di atas beberapa kondisi  soal dapat di jelaskan sebagai berikut:
contoh : soal nomor 2 semua siswa kelompok atas dapat menjawab benar dan semua siswa kelompok bawah menjawab salah, maka DB akan + 1,00.  DB  dapat di tentukan besarnya dengan rumus sebagi berikut : PT – PR
                                     
TB
-
RB
T
T
         
PT    =Proporsi siswa yang menjawab benar pada kelompok siswa yang mwmpunyai  kemampuan tinggi
PR    =Proporsi siswa yang menjawab benar pada kelompok siswa yang mwmpunyai  kemampuan rendah
TB    =Jumlah siswa yang menjawab benar pada kelompok siswa yang mempunyai kemampuan tinggi
T    =Jumlah kelompok siswa yang mempunyai kemampuan tinggi.
RB   =Jumlah siswa yang menjawab benar pada kelompok siswa yang mempunyai kemampuan rendah
R   =Jumlah kelompok siswa yang mempunyai kemampuan rendah.

Berikut adalah tabel kategori tingkat kesukaran dalam daya beda.

No soal
Kelompok atas
Kelompok bawah
Daya Beda
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1.00
1.00
1.00
1.00
0.30
1.00
1.00
0.80
0.00
0.00
1.00
0.00
0.10
0.10
0.60
0.00
0.10
0.10
1.00
0.00
0.00
1.00
0.90
0.90
-0.30
1.00
0.90
0.70
-1.00
0.00

Kembali pada tingkat kesukaran yang di tunjukkan pada tabel dapat kita lihat soal no 9 merupakan soal yang sukar bagi kelompok atas tetapi sangat mudah bagi kelompok bawah soal no 10 merupakan soal yang sangat sukar baik bagi kelompok atas maupun kelompok bawah.  soal nomor 2 dan nomor 6 merupakan soal yang sangat sukar dagi kelompok bawah tetapi relatif mudah untuk kelompok atas. Perhitungan daya beda sangatlah sederhana dan menyajikan informasi yang dapat membedakan masing – masing kelompok berdasarkan kemampuan mereka. (engelhart, 1965) . soal nomor 1 dan nomor 10  tidak menujukkan perbedaan antar kelompok. Tidak adanya perbedaan tingkat kesukaran pada soal nomor 1 dan nomor 10 yang juga menujukkan bahwa soal tidak dapat menujukkan perbedaan antar kelompok. Soal no 5 dan no 9 mempunyai indeks dayabeda yang baik, tetapi terbalik. Tanda negatif  no 5 dan no 9 menujukkan bahwa peserta tes yang kemampuanya tinggi tidak dapat menjawab soal dengan benar  , tetapi peserta tes yang kemampuanya rendah menjawab dengan benar , data setatistik diatas menunjukkan bahwa soal nomor 5 dan 9 merupakan soal yang tidak baik, data setatistik menujukkan bahwa soal nomer 2,3,4,6,7 dan 8 merupakan soal yang baik ditinjau dari daya pembeda.

3.    Daya pembeda soal uraian 
Bagaimana cara menentukan daya pembeda soal uraian? Lankah yang di lakukan untuk menghitung daya pembeda sama seperti yang dilakukan pada soal pilihan ganda. Urutkan seluruh peserta tes berdasarkan perolehan sekor total dari yang tinggi keperolehan sekor yang rendah.

Dari contoh diatasdapat disimpulkan bahwa cara menghitung daya pembeda adalah dengan menempuh langkah sebagai berikut :
1.Memeriksa  jawaban soal semua siswa peserta tes.
2.Membuat daftar peringkat atau urutan hasil tes berdasarkan sekor yang di capainya.
3.Menentukan jumlah siswa kelompok atas dan kelompok bawah.
4.Menghitung selisi tingkat kesukaran menjawab soal antara kelompok atas dan kelompok bawah.
5.Membandingkan nilai selisih yang di peroleh.
6.Menentukan ada tidaknya daya pembeda pada setiap nomor soal dengan kriteria memiliki daya pembeda”.


Bacaan yang Mungkin Terkait:

1 komentar:

  1. coba lo jumlah siswa ganjil gmna?? soal terlalu mudh cari contoh yg sulit

    BalasHapus