Rabu, 09 Mei 2012

Cakupan Evaluasi Pendidikan

Secara garis besar evaluasi pembelajaran dibedakan menjadi tiga macam luasan, yaitu pencapaian akademik, kecakapan (aptitude), dan penyesuaian personal sosial.

1. Pencapaian Akademik
Cakupan yang paling penting dari evaluasi pembelajaran dan banyak dipahami pemanfaatannya oleh para guru adalah evaluasi sebagai usaha eksplorasi informasi tentang pencapaian akademik. Secara devinitif pencapaian akademik diartikan sebagai pencapaian siswa dalam semua cakupan mata pelajaran. Evaluasi pencapaian akademik,
mencangkup semua instrument evaluasi yang direncanakan secara sistematis guna menentukan derajat dimana seorang siswa dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya oleh para guru. Dengan batasan pengertian ini, evaluasi pencapaian akademik cangkupan kegiatannya antara lain tes paper pen, tes penampilan, dan prosedur nontesting lainnya yang mengukur semacam perubahan tepat dari perilaku siswa. Evaluasi pencapaian akademik ini merupakan cakupan yang paling luas dan bervariasi sesuai dengan tujuan pendidikan yang hendak dicapai.

Dilihat dari aspek guru, pencapaian akademik juga tidak kalah penting manfaatnya, jika disbanding manfaatnya bagi siswa yang dievaluasi. Dengan evaluasi pencapaian akademik tersebut, seorang guru dapat melihat apakah proses pengajaran yang telah diterapkan pada peserta didik dapat berhasil atau tidak. Jika kurang berhasil seorang guru perlu memperbaiki cara penyampaiannya, dan sebaliknya jika sudah tercapai ia juga dianjurkan untuk tetap menjaga atau terus meningkatkan kualitas penyampaian materinya kepada siswa.

2. Evaluasi kecakapan atau kepandaian
Secara devinitif evaluasi kecakapan (aptitude) tidak lain adalah mencari informasi yang berkaitan erat dengan kemampuan atau kapasitas belajar peserta didik yang dievaluasi. Insrtumen evaluasi kecakapan yang diperoleh dari siswa dapat digunakan oleh para guru untuk memprediksi prospek keberhasilan siswa dimasa yang akan dating, jika ia belajar secara intensif dengan fasilitas pembelajaran yang baik. Kecakapan siswa pada umumnya dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu general aptitude (kecakpan umum), dan specific aptitude (kecakapan spesifik). Kedua kecakapan ini telah lama menjadi focus testing dalam mengevaluasi siswa yang hendak dievaluasi (evaluand). Beberapa evaluasi yang termasuk evaluasi kecakapan umum diantaranya yang paling luas diterapkan di bidang pendidikan adalah tes inteligensi, dengan menggunakan instrument paper-pen dan tes kecakapan artistic (an art aptitude test) sebagai tes kecakapan spesifik.

Evaluasi kecakapan siswa dan evaluasi pencapaian hasil belajar pada prinsipnya adalah berbeda. Jika evaluasi kecakapan seorang guru atau evaluator kemudian berusaha untuk memprediksi prospek kemampuan mereka ke depan, evaluasi pencapaian akademik guru akan mengukur pencapaian hasil belajar siswa selama mengikuti proses pembelajaran.
Itu semua dengan asumsi bahwa para siswa tersebut mendapat pendidikan atau diklat yang sesuai dengan kemampuan dan dilakukan dengan baik. Perbedaan lain dari evaluasi kecakapan dan pencapaian hasil belajar dari sejak disekolah dasar sampai jenjang sekarang, misalnya sekolah menengah atas dalam bidang studi yang sama. Mental ability dibangun untuk menemukan evaluasi kecakapan sekitar evaluasi inteligensi umum.

3. Evaluasi penyesuaian personal sosial
Cakupan lain yang juga perlu diketahui oleh seorang guru terhadap para siswanya adalah evaluasi yang berkaitan erat dengan tingkat adaptasi atau penyesuaian siswa secara personalitas atau secara bersama dengan teman atau di sekolah. Evaluasi penyesuaian personal social tidak sama dengan evaluasi pribadi siswa. Personalitas dapat  dimaknai lebih luas. Personalitas dalam hal ini merupakan keseluruhan (entity) dari siswa. Personalitas merupakan semua karakteristik psikologi yang dimiliki siswa dan hubungannya dengan siswa lain. Cakupan evaluasi penyesuaian atau adaptasi personal social ini diantaranya kemampuan, emosi, sikap dan minat siswa yang dimiliki sebagai pengalaman lalu dari siswa tersebut. Evaluasi personalitas sebenarnya termasuk juga didalamnya, evaluasi akademik dan evaluasi kecakapan. Sebaliknya evaluasi adaptasi personal social juga menggunakan teknik yang bermacam-macam, diantaranya berisi teknik evaluasi dengan menggunakan tes seperti testing sikap, testing interes, kematangan social, kemampuan kerjasama (cooperativeness), skala rerata diri dan inventori dengan paper-pencil.

Teknik proyeksi baku (standardized projective techniques) juga termasuk dalam cakupan evaluasi penyesuaian personal social, walaupun demikian beberapa ahli pendidikan ada yang memasukkan teknik proyeksi baku tersebut kedalam cakupan sabagai instrument evaluasi klinis.

Evaluasi penyesuaian personal ini memiliki manfaat yang besar bagi seorang guru, khususnya untuk mengetahui secara intensif tingkat adaptasi para siswanya. Namun, tidak sedikit pula para ahli evaluasi pendidikan yang mengatakan bahwa evaluasi penyesuaian personal social kurang berhasil disbanding kedua evluasi tersebut diatas. Walaupun demikian, sebaiknya para guru tetap memahami dan menguasai evaluasi ini, karena manfaatnya dalam mengungkapkan potensi siswa pada umumnya dalam berhubungan dengan sesame siswa dikelas maupun disekolah, juga penting peranannya sebagai usaha yang terencana dalam mengubah perilaku siswa.

Lepas dari keberhasilan dan kegagalan disbanding jenis evluasi lainnya, evaluasi penyelesaian personal social termasuk diantaranya paper-pencil misalnya angket dengan piulihan ganda. Angket dengan dua jawaban; ya-tidak, setuju-tidak, atau pasti tidakyang berusaha mengungkap diri siswa adalah banyak digunakan dalam evaluasi penyesuaian personal social.

Sumber: Prof. H. M. Sukardi, MS,Ph.D. 2009. Evaluasi Pendidikan: Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta: Bumi Aksara


Bacaan yang Mungkin Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar