Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Sunday, June 30, 2013

Implikasi Pembelajaran Tematik, Rambu-Rambu dan Langkah-Langkah Pembelajaran Tematik


Dalam implementasi pembelajaran tematik di sekolah dasar mempunyai berbagai implikasi yang mencakup:

A.    Implikasi-Implikasi Pembelajaran Tematik

1)      Implikasi Bagi Guru
Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak, juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh.

Friday, June 14, 2013

Jaringan Tema

A.    Prosedur Pemetaan Tema
Pemetaan tema dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Kegiatan ini, menurut Tim Puskur Departemen Pendidikan Nasional, dapat dilakukan dengan :
  1. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator
Melakukan kegiatan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran ke dalam indikator. Dalam mengembangkan indikator perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
·         Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
·         Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran.
·         Dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diamati.

Thursday, June 13, 2013

Konsep Dasar Pemetaan Tema dalam Pembelajaran Tematik

A.    Pengertian Pemetaan Tema dalam Pembelajaran Tematik
Pemetaan tema adalah suatu kegiatan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasi-kan materi pengajaran dan pengalaman belajar melalui keterpaduan tema. Tema menjadi pengikat keterkaitan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya. Pada model pembelajaran ini guru menyajikan pembelajaran dengan tema dan sub tema yang disepakati dan dihubungkan dengan antar mata pelajaran sehingga siswa-siswi memperoleh pandangan dan hubungan yang utuh tentang kegiatan dari mata pelajaran yang berbeda-beda (Sukayati, 1998).

Model Pembelajaran Tematik


Pembelajaran terpadu menurut Semiawan (Joni, Tt), berasal dari integrated learning, sering diterjemahkan dengan berbagai cara yang pengertiannya berbeda-beda, yaitu integrated day, integrated curricula dan integrated learning itu sendiri.  Integrated day, hari terpadu, dilukiskan oleh Dresden (Cohen & Manion, 1992) sebagai suatu konsep organisasional aktivitas peserta didik, yang dipilah-pilah dalam berbagai kegiatan belajar yang sifatnya individual.  Dalam hari terpadu ini terjadi dominasi pilihan kegiatan belajar oleh masing-masing anak terjadi secara bersamaan di kelas.  Suasana belajar sangat bebas sehingga terlihat masing-masing peserta didik dengan aktivitasnya sendiri-sendiri, yaitu ada yang membaca, menggambar, membentuk kelompok mengerjakan sesuatu, dan lain-lain.

Wednesday, June 12, 2013

Karakteristik Pembelajaran Tematik

A.    Karakteristik Anak Usia Dini
Anak adalah aset bagi orang tua dan di tangan orang tualah anak-anak tumbuh dan menemukan jalannya. Dalam lima tahun pertama yang disebut dengan The Golden Years, seorang anak mempunyai potensi yang sangat besar untuk berkembang. Di masa masa inilah, anak seyogyanya mulai diarahkan Sebagai orang tua yang proaktif, orang tua hendaknya memperhatikan hal-hal yang berkenaan dengan perkembangan anak. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal dan informal.

Landasan Pembelajaran Tematik


A.    Landasan Tematik
Landasan filosofis dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme, (2) konstruktivisme, dan (3) humanisme. Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada  pembentukan kreatifitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan memperhatikan pengalaman siswa. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. Menurut aliran ini, pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek, fenomena, pengalaman dan lingkungannya. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi, melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya.  Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan atau kekhasannya, potensi, dan motivasi yang dimilikinya.

Konsep Dasar Pembelajaran Tematik

A.    Pengertian Pembelajaran Tematik
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tema tertentu. Dalam pembahasannya tema itu ditinjau dari berbagai mata pelajaran. Sebagai contoh, tema “Air” dapat ditinjau dari mata pelajaran fisika, biologi, kimia, dan matematika. Lebih luas lagi, tema itu dapat ditinjau dari bidang studi lain, seperti IPS, bahasa, dan seni. Pembelajaran tematik menyediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum, menawarkan kesempatan yang sangat banyak pada siswa untuk memunculkan dinamika dalam pendidikan. Unit yang tematik adalah epitome dari seluruh bahasa pembelajaran yang memfasilitasi siswa untuk secara produktif menjawab pertanyaan yang dimunculkan sendiri dan memuaskan rasa ingin tahu dengan penghayatan secara alamiah tentang dunia di sekitar mereka.

Wednesday, February 6, 2013

Kondisi Bangsa Arab Pra Islam


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
          Ketika Nabi Muhammad SAW lahir (570 M). mekah adalah kota yang sangat penting dan terkenal diantara kota-kota di negeri  Arab. Baik karena tradisinya maupun  karena  letaknya. Kota ini dilalui jalur perdagangan yang ramai menghubungkan yaman diselatan dan siria di utara.dengan adanya kabah ditengah kota. Mekah menjadi pusat keagamaan arab. Kabah adalah tempat mereka berziarah. Didalamnya terdapat 360 berhala. Mengelilingi berhala utama. Hubal.mekah kelihatan makmur dan kuat. Agama dan masyarakat arab ketika itu mencerminkan realitas kesukuan masyarakat jazirah arab dengan luas satu juta mil persegi.

Wednesday, October 10, 2012

Pemanfaatan Model-model Evaluasi


    A. Model Tyler
Model evaluasi yang pertama dan termasuk populer dibidang pendidikan yaitu model tyler. Model ini secara konsep menekankan adanya proses evaluasi secara langsung didasarkan atas tujuan intruksional yang telah ditetapkan bersamaan dengan persiapan mengajar, ketika seorang guru berinteraksi dengan para siswanya menjadi sasaran pokok dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran dikatakan berhasil menurut para pendukung model tyler, apabila para siswa yang mengalami proses pembelajaran dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam proses belajar mengajar.

Saturday, September 1, 2012

Peranan Evaluasi Pendidikan


Pendahuluan
Seorang guru perlu memahami metode evaluasi. Yang dimaksud metode evaluasi yang digunakan oleh seorang guru agar memperoleh informasi yang diperlukan. Dari pemahaman bermacam-macam metode evaluasi tersebut, kemudian dipilih yang paling tepat untuk dapat diterapkan kepada para peserta didik.

Friday, August 3, 2012

Karakteristik Siswa Sekolah Dasar Dalam Pembelajaran Matematika

Matematika, menurut russefendi (1991), adalah bahasa symbol; ilmu deduktif; ilmu tentang keteraturan, dan struktur yang telah terorganisasi, mulai dari unsur yang tidak dapat di definisikan, ke unsur yang di definisikan, ke aksioma atau postulat, dan akhirnya ke dalil. Sedangkan hakikat matematikamenurut soejadi (2000), yaitu memiliki objek tujuan abstrak, bertumpu pada kesepakatan, dan pola pikir yang deduktif.

Friday, July 20, 2012

Download Kalender Pendidikan Tahun 2012/2013

Tak terasa sudah memasuki akhir tahun pelajaran 2011/2012, dan akan melangkah ke tahun pendidikan selanjutnya, yaitu tahun pendidikan 2012/2013. Pastinya Bapak  dan Ibu guru atau yang sedang berkecimpung di dunia pendidikan juga sudah siap-siap dengan program semester baru. Sebagai rambu-rambu untuk arah 1 tahun mendatang. Untuk mempersiapkan sejak dini, agenda pendidikan tahun depan, program tahunan, program semseter dan sebagainya membutuhkan kalender pendidikan 2012/2013. Maka dari itu saya ingin berbagi dengan Anda.

Monday, July 16, 2012

Memfokuskan Evaluasi

Memfokuskan evaluasi yaitu menkhususkan apa dan bagaimana evaluasi akan dilakukan. Seperti memfokuskan kamera, fokus evaluasi berarti melihat beberapa variabel dengan teliti. Biasanya variabel ini termasuk objek yang akan dievaluasi, tujuan evaluasi, individu yang akan terlibat, latar belakang dan pengaruhnya pada evaluasi, serta pertanyaan-pertanyaan penting yang harus dijawab oleh evaluasi untuk mencapai tujuan evaluasi.

Klasifikasi Tujuan Intruksional

    A. Jenis-jenis tujuan pembelajaran
Setiap Negara tentu mempunyai cita-cita tentang warga negarannya akan di arahkan. Cita-cita tersebut dimanifestasikan dalam bentuk tujuan pendidikannya. Sebagai contoh, Negara spartabingin mengarahkan warga negarannya menjadi manusia yang sehat jasmanidan rohaninya, maka tujuan pendidikan telah disejajarkan dengan cita-cita tersebut.

B. Tujuan Intruksional
Materi sesuatu bidang study tidak mungkin menjadi milik kita, tanpa dipelajari terlebih dahulu, baik dipelajari sendiri maupun diajarkan oleh guru. Ada dua macam tujuan instruksional yaitu : tujuan instruksional umum (TIU), tujuan instruksional khusus (TIK).

Sunday, July 15, 2012

Beberapa Model, Pendekatan, dan Konsep-konsep Evaluasi

Model evaluasi ialah model desain evaluasi yang dibuat oleh ahli-ahli atau pakar-pakar evaluasi yang biasanya dinamakan sama dengan pembuatnya atau tahap pembuatannya. Model-model ini di anggap model standar atau dapat dikatakan merek standar dari pembuatannya.

Di samping itu, ada ahli evaluasi yang membagi evaluasi sesuai dengan misi yang akan dibawakannya serta kepentingan atau penekanannya atau dapat juga disebut sesuai dengan paham yang dianutnya yang disebut pendekatan, atau approach.

Tuesday, July 10, 2012

Evaluasi Program dan Instrumen Evaluasi Untuk Progam Pendidikan dan Penelitian

Di negara-negara yang sudah maju yang sudah maju, pendidikan dipandang sebagai sarana utama untuk memecahkan masalah-masalah sosial. Untuk beberapa masalah tertentu, kesejahteraan bangsa dibebankan ke pundak sekolah dan universitas.

Diakui bahwa kritik-kritik sering muncul tentang sistem pendidikan yang sering berubah dan tidak seimbang, kurikulum yang kurang tepatdengan mata pelajaran yang terlalu banyak dan tidak berfokus pada hal-hal yang seharusnya diberikan, dan lain sebagainya. Namun masalah yang paling parah pada setiap sistem pendidikan yaitu kurangnya evaluasi yang efektif. Sering terjadinya perubahan dalam sistem pendidikan mungkin terutama disebabkan oleh :

Monday, July 9, 2012

Evaluasi Pendidikan

A. Pengertian
Evaluasi mempunyai arti yang berbeda untuk guru yang berbeda. Berikut beberapa arti yang telah secara luas dapat diterima oleh para guru dan lapangan.Evaluation is a process which determines the extent to which objectives have been achieved (Cross, 1973:5).Evaluasi merupakan proses yang menentukan kondisi,  dimana suatu tujuan telah dapat dicapai.

Sunday, July 8, 2012

Evaluasi Program Pengajaran

1. Apakah evaluasi program itu?
Evaluasi progam adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan program. Ada beberapa pengertian tentang “program” itu sendiri. Di dalam kamus tertukis:
a.Program adalah rencana,
b.Program adalah kegiatan yang direncanakan dengan seksama. Dalam pembicaraan ini yang dimaksud adalah pengertian (b).
Melakukan evaluasi program adalah kegiatan yang dumaksudkan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat keberhasilan dari kegiatan yang direncanakan.

Friday, July 6, 2012

Model Penilaian Portofolio

A. Dasar pemikiran 
Penilaian portofolio sebagai suatu penilaian model baru yang diterpkan di Indonesia sejak kurikulum 2004 tentu mempunyai maksud dan tujuan tertentu, yaitu untuk meningkatkan kulitas pendidikan di Indonesia. Portofolio sebagai salah satu  bentuk penilaian berbasis kelas mempunyai fu ngsi dan peran yang sangat strategis untuk menutupi  kelemahan penilaian yang telah dilakukan selama ini. Oleh sebab itu, penilaian portofolio harus dilakukan secara akurat dan objektif serta mendasar pada bukti-bukti  autentikyang dimiliki oleh peserta didik.

Penilaian Berbasis Kelas

Dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan, departemen pendidikan nasional (depdiknas) republic Indonesia menerbitkan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang merupakan refleksi, pemikiran, atau pengkajian ulang dan penilaian terhadap kurikulum 1994 beserta pelaksanaannya. Hasil analisis yangmendalam terhadap keadaan dan kebutuhan peserta didik pada masa sekarang dan akan datang menunjukan perlunya kurikulum berbasis kompetensi yang dapat membekali peserta didik untuk menghadapi tantangan kehidupan secara mandiri, cerdas, kritis, rasional, dan kreatif.
free counters