Selasa, 29 Mei 2012

Ciri-ciri Tes Yang Baik

Suharsimi Arikunto (1997: 51-61) menyebutkan bahwa suatu tes dikatakan sebagai alat pengukur yang baik harus memiliki validitas, reliabilitas, objektivitas, praktikabilitas, dan ekonomis.
1.    Validitas
Sebuah tes dikatakan memiliki validitas apabila tes itu dapat tepat mengukur apa yang hendak diukur. Artinya tes yang hendak diberikan kepada peserta didik harus dapat menjadi alat ukur terhadap tujuan yang sudah ditentukan.

2.    Reliabilitas
Realibilitas berasal dari kata reliability, reliable yang artinya dapat dipercaya, berketepatan. Sebuah tes dikatakan memiliki reliabilitas apabila hasil-hasil tes tersebut menunjukkan ketetapan. Artinya, jika peserta didik diberikan tes yang sama pada waktu yang berlainan, maka setiap siswa akan tetap berada pada urutan yang sama dalam kelompoknya.

3.    Objektivitas
Objektivitas dalam pengertian sehari-hari berarti tidak mengandung unsur pribadi. Kebalikanya adalah subyektivitas, yang berarti terdapat unsur pribadi. Jadi, sebah tes dikatakan objektif apabila tes itu dilaksanakan dengan tidak ada faktor pribadi yang mempengaruhi, terutama pada sistem scoring.

4.    Praktikabilitas
Sebuah tes dikatakan memiliki praktikabilitas yang tinggi apabila tes tersebut bersifat praktis. Artinya, tes itu mudah dilaksanakan, mudah pemeriksaanya, dan di lengkapi petunjuk yang jelas sehingga dapat diberikan atau diawali oleh orang lain dan juga mudah dalam membuat administrasinya.

5.    Ekonomis
Tes memiliki sebutan ekonomis apabila pelaksanaan tes itu tidak membutuhkan ongkos atau biaya yang mahal, tenaga yang banyak, dan waktu yang lama.

Sumber: Wiji Suwarno. 2009. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jokjakarta: Ar-Ruzz Media.

Bacaan yang Mungkin Terkait:

3 komentar:

  1. good information !

    BalasHapus
  2. Cara buat intrusmen obyektif dan. Prastik gimana cara nya

    BalasHapus
  3. Cara buat intrusmen obyektif dan. Prastik gimana cara nya

    BalasHapus