Kamis, 17 Mei 2012

Pengertian dan Definisi Psikologi

A. Pengertian
Psikologi berasal dari bahasa yunani “psyche” yang artinya jiwa, dan “logos” yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi (menurut arti kata) psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya. Dengan singkat disebut ilmu jiwa.

Berbicara tentang jiwa, terlebih dahulu kita harus bias membedakan antara nyawa dengan jiwa. Nyawa adalah daya jasmaniah yang adanya tergantung pada hidup jasmani dan menimbulkan perbuatan bananiah organic behavior, yaitu perbuatan yang ditimbulkan oleh proses belajar. Misalnya: insting, reflek, nafsu, dan sebagainya. Jika jasmani mati , maka mati pulalah nyawanya.

Sedang jiwa adlah daya hidup ruhaniah yang bersifat abstrak, yang menjadi penggerak dan pengatur bagi sekalian perbuatan-perbuatan pribadi (personal behavior) dari hewan tingkat tinggi dan manusia. Perbuatan pribadi ialah perbuatan sebagai proses hasil belajar yang dimungkinkan oleh keadaan jasmani, rohaniah, social dan lingkungan. Proses belajar ialah proses untuk meningkatkan kepribadian (personalty) dengan jalan berusaha mendapatkan pengertian baru, nilai-nilai baru, dan kecakapan baru, sehingga ia dapat berbuat yang lebih sukses dalam menghadapi kontradiksi-kontradiksi dalam hidup. Jadi jiwa mengandung pengertian-pengertian, nilai-nilai kebudayaan dan kecakapan-kecakapan.

Mengenai soal jiwa sejak dahulu orang sudah memikirkan tentang asal tujuan jiwa, hubungan jiwa dengan jasmani dan sebagainya. Tetapi bagaimana hasilnya? Sampai sekarang belum ada seorangpun yang mengetahui apa sebenarnya jiwa itu.

Ada yang mengibaratkan bahwa jiwa dan badan itu sebagai burung dengan sangkarnya. Burung itu di umpamakan jiwa, sedang sangkar adalah badanya. Bila burung itu terbang terus dan tidak kembali maka matilah manusia itu. Ada pula yang mengatakan bahwa jiwa dan badan itu seperti tuan dan kudanya. Ada lagi yang mengatakan bahwa setelah badan rusak, maka jiwa lahir kembali dengan badan baru. Dan ada lagi yang mengatakan bahwa setelah manusia itu mati, jiwa tak akan kembali lagi. Jadi tergantung kepada kepercayaan dan pandangan masing-masing. Dengan adanya berbagai mcam kepercayaan itu, sampai-sampai ada orang yang memelihara mayat dengan mummi supaya menjadi sempurna dan sebagainya.

Bila dibandingakan dengan ilmu-ilmu lain seperti: ilmu pasti, ilmu alam, dan lain-lain, maka ilmu jiwa dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan yang serba kurang tegas, sebab ilmu ini mengalami perubahan, tumbuh, berkembang untuk mencpai kesempurnaan. Namun demikian ilmu ini sudah merupakan cabang ilmu pengetahuan.

Karena sifatnya yang abstrak, maka kita tuidak dapat mengetahui jiwa secara wajar, melainkan kita hanya dapat mengenal gejalanya saja. Jiwa adalah sesuatu yang tidak tampak, tidak dapat dilihat oleh alat diri kita. Demikian pula hakekat jiwa, tak seorangpun dapat mengetahuinya. Manusia dapat mengetahui jiwa seseorang hanya dengan tingkah lakunya, dari tingkah laku itulah orang dapat mengetahui jiwa seseorang, jadi tingkah laku itu merupakan kenyataan jiwa yang dapat kita hayati dari luar.

Peryataan jiwa itu kita namakan gejala-gejala jiwa, diantaranya mengamati, menanggapi, mengingat, memikir dan sebaginya. Dari itulah orang kemudian membuat definisi: ilmu jiwa yaitu ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia.

Sebagai ilmu pengetahuan, psikologi juga mempunyai sifat-sifat yang dimiliki oleh ilmu pengetahuan pada umumnya. Karena itu psikologi mempunyai:
1.  Objek tertentu
2.  Metode penyelidikan tertentu
3.  Sistematik yang teratur sebagai hasil pendekatan terhadap obyeknya.

Objek yang tertentu merupakan syarat mutlak di dalam suatu ilmu, karena kjustru objek inilah yang akan menentukan langkah-langkah yang lebih lanjut di dalam pengupasan lapangan ilmu pengetahuan itu. Tanpa adanya objek tertentu dapat diyakinkan tidak akan adanya pembahassan yang mapan.

Metode merupakan hal yang penting dalam lapangan ilmu pengetahuan setelah penentuan objek yang ingin dipelajari. Tanpa adanya metode yang teratur dan tertentu, penyelidikan atau pembahasan akan kurang dapat dipertanggungjawabkan dari segi keilmuan. Justru dari segi metode inilah akan terlihat ilmiah tidaknya suatu penyelidikan atau pembahasan itu.

Hasil pendekatan terhadap objek itu kemudian disistemasi sehingga merupakan suatu sistematika yang teratur yang menggambarkan ahsil pendekatan terhadap objek tersebut.

Oleh karena yang mengadakan pendekatan dalam penyelidikan itu manusia, yang disamping mempunyai sifat-sifat kesamaan juga mempunyai sifat-sifat perbedaan, maka para ahli dalam mengadakan peninjauan terhadap objek atau masalah besar kemungkinanya akan terdapat perbedaan pula. Perbedaan dalam degi orientasi terhadap masalah yang di hadapi. Inilah yang menyebabkan adanya perbedaan segi pandangan dari seorang ahli dengan ahli-ahli yang lain.

B. Definisi
Secara umum psikologi diartikan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Atau ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala jiwa manusia. Karena para ahli jiwa mempunyai penekanan yang berbeda, maka definisi yang di kemukakan juga berbeda-beda.

Di antara pengertian yang dirumuskan oleh para ahli itu antara lain sebagai berikut:
1.  Dr. Singgih Dirgagunarsa
Psikologi adalah ilmu yang mempeljari tingkah laku manusia.
2.  Plato dan Aristoteles
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.
3.  John Broadus Watson
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku tampak (lahiriyah) dengan menggunakan metode observasi yang obyektif terhadap rangsang dan jawaban (respon).
4.  Wilhelm Wundt
Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul dalam diri manusia, seperti perasaan panca indera, pikiran, merasa (felling) dan kehendak.
5.  Woodwoth dan Marquis
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang memepelajari aktifitas individu dari sejak masih dalam kandungan sampai meninggal dunia dalam hubunganya dengan alam sekitar.
6.  Knight and Knight
Psichology may be defined as the systematic study of experience and behavior human and animal, nolmal and abnormal, individual and social.
7.  Hilgert
Psichology may be defined as the science that studies the behavior of men and other animals.
8.  Ruch
Psychology is sometimes defined as the study of man, but this definition is too broad. The truth is that psychology is partly biological science and partly a social science, overlapping these two major areas and relating them each other.

C. Kesimpulan
Pengertian psikologi diatas menubjukkan beragamnya pendapat para ahli psikologi. Perbedaan tersebut bermuasal pada adanya perbedaan titik berangakat para ahli dalam memepelajari dan memebahas kehidupan jiwani yang maha kompleks itu. Itulah sebabyaa sehingga sangat sukar adanya satu rumusan pengertian psikologi yang disepakati oleh semua pihak.

Tetapi yang paling penting yang dapat dipetik dari penampilan berbagai pengertian di atas adalah, bahwa hal itu cukup memberikan wawasan pengertian tentang psikologi. Sehingga paling tidak dapat disimpulkan bahwa, psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari semua tingkah laku dan perbuatan individu, dimana individu tersebut tidak dapat dilepaskan dari lingkunganya.

Sumber: Drs. H. Abu Ahmadi. 2003. Psikologi Umum. Jakarta: PT Rineka Cipta


Bacaan yang Mungkin Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar