Sabtu, 28 April 2012

Perkembangan Posisi Kurikulum IPS di Indonesia

a)   Tahun 1964
Dalam stuktur pendidikan dasr tahun 1964 dikenal dengan adanya dua kelompok mata pelajaran yaitu kelompok dasar dan kelompok cipta. Kelompok dasar adalah kelompok yang terdiri atas sejumlah mata pelajaran yang dianggap paling dominan dalam mengembangkan kepribadian siswa dan siswi sesuai dengan kualitas yang diharapkan dalam tujuan pendidikan nasional. Mata pelajaran kelompok dasar ini terdiri atas sejarah bangsa Indonesia dan geografi bangsa Indonesia. Kedua mata pelajaran ini merupakan atau memiliki peran penting dalam membina kualitas siswa dan siswi sebagaimana yang diharapkan, lebih-lebih dalam suasana kehidupan politik bangsa baru yang memerlukan adanya identitas bangsa yang kuat. Inti dari kelompok dasar adalah mengembangkan kepribadian siswa dan siswi sesuai kualitas yang dihaapkan dalam tujun pendidikan nasional.

Mata pelajaraan kelompok cipta adalah kelompok mata pelajaran yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat diluar wilayah geografis dunia. Kedua mata pelajaran ini merupakan ini merupakan bagian disiplin sejarah dan geogarafi yang mewakili pendidikan ilmu-ilmu social yang dimaksudkan dalam pembahasan ini. Kelompok cipta ini berkaitan dengan kehidupan masyarakat diluar wilayah geografi Indonesia, sejarah dunia dan geografi dunia.

b)   Tahun 1968
Dalam kurikulum tahun 1968 untuk pendidikan dasar dan menengah pendidikan ilmu social masih diwakili oleh pendidikan sejarah, geografi, dan ekonomi. Kedudukan pendidikan ilmu social dalam kurikulum 1968 tidak berubah dari kurikulum sebelumnya. Pendidikzn sejarah dan geografi Indonesia masih dalam pelajaran kelompok dasar, sedangkan ilmu social yang lain masuk dalam kelompok cipta atau khusus. IPS disaajikan secara terpisah.

c)   Tahun 1975
Kurikulum tidak dikembangkan oleh kementrian atau departemen pendidikan dan kebudayaan tetapi oleh suatu lembaga dibawah kementrian tersebutyang dinamakan pusat perkembangan kurikulum. Dalam kurikulum ini selain model pengembangan juga digunakan pula pendekatan pengembangan materi kurikulum yang berbeda dari kurikulum sebelumnya.
Dalam kurikulum tahun 1975 dinyatakan bahwa IPS adalah paduan sejumlah mata pelajaran Ilmu social. Untuk IPS pada jenjang pendidikan dasar disebutkan bahwa materi pelajaran IPS ditunjang geografi dan kependudukan, sejarah dan ekonomi koperasi, sedangkan untuk menengah IPS mencakup geografi dan kependudukan, sejarah, antropologi budaya, ekonomi dan koperasi serta tata buku dan hitung dagang. Jadi orientasi pendidikan intinya mata pelajaran IPS masuk ke kurikulum 1975 masuk ke dalam SD/MI SMP/MTS.

d)   Tahun 1984
Kurikulum tahun 1984 merupakan penyempurnaan kurikulum tahun 1975 dalam kurikulum tahun 1984 nama IPS hanya digunakan untuk menyebutkan nama pelajaran pada jenjang pendidikan dasar MI/SD dan MTS/SMP sama seperti kurikulum 1975. Disiplin ilmu yang dimasukan dalam mata pelajaran IPS pada jenjang pendidikan  dasar (MTS/SMP) menjadi lebih luas seperti sosiologi, antropologi, hokum, politik, dijadikan materi baru bagi IPS. Maka dapat dikatakan bahwa kurikulum tahun 1984 untuk IPS lebih maju dibandingkan dengan dengan kurikulum1975 untuk jenjang pendidikan menegah nama IPS tidak lagi digunakan melainkan disiplin ilmu social itu sendiri, seperti diwakili mata pelajaran sejarah, geografi, ekonomi, antropologi-sosiologi dan tata Negara. Di kurikulum 1984 ada kurikulum program inti dan program pilihan. Program inti :diberikan kepada semua siswa dan siswi. Program pilihan :hanya diberikan pada siswa jurusan tertentu untuk tingkat menengah atas. Sejarah, geografi, ekonomi, antropologi-sosiologi dan tata Negara tiap-tiap disiplin ilmu memiliki GBPP tersendiri.

e)   Tahun 1994
Dalam keputusan MENDIKBUD No 060/u/1993 disebutkan bahwa jenjang pendidikan dasar terdapat mata pelajaran yang disebut ilmu pengetahuan social (IPS) yang mencakup Ilmu Bumi sejarah(nasional dan umum) dan ekonomi. Demikaian juga kajian terhadap rancangan GBPP memperlihatkan bahwa pendidikan dasar pengajian yang integrative hanya berlaku untuk jenjang pendidikan dasar di tingkat SD/MI.
Sedangkan untuk jenjang pendidikan dasar tingkat menengah MTs/SMP pendidikan disiplin ilmu terpisah merupakan suatu yang tetap dominan. Kurikulum 1994 meliputi geogrsfi, sejarah, dan ekonomi masing-masing mendapatkan jatah 2 jam pelajaran per minggu. Kondisi ideal mengajarkan IPS di MTs/SMP dan MA/SMA adalah setiap disiplin ilmu dalam IPS diajarkan oleh guru yang berbeda. 

f)    Tahun 2004 KBK(Kurikulum Berbasis Kompetensi)
Dalam kurikulum tahun 2004 pada pendidikan dasar dikenal dengan IPS, dengan disiplin ilmunya sejarah nasional, geografi, koperasai dan ilmu bumi. Pada tingkat menengah materi IPS sudah menjadi satuan terpisah yaitu sejarah, ekonomi dan geografi pada penilaiannya siswa dihadapkan dengan tiga kategori kognitif, afektif dan psikomotorik.

g)   Tahun 2006 (KTSP)Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)
Dalam kurikulum ini lingkup materinya hamper sama dengan kurikulum sebelumnya. Bentuk penilaiannya juga hamper sama. Pada kurikulum ini peserta didik diharuskan kritis, kreatif dan mampu memecahkan masalah, dan siswa diberi prosentasi 70% kreatifnya dan guru prosentasi hanya diberi 30%.


Bacaan yang Mungkin Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar