Selasa, 19 Juni 2012

Macam-macam Perasaan

Dalam kehidupan sehari-hari di sering di dengar adnya perasaan yang tinggi dan perasaan yang rendah. Keadaan ini menunjukkan adanya suatu klasifikasi dari perasaan. Max Scherer mengajukan pendapat bahwa ada 4 macam tingkatan dalam peraasaan yaitu:
1.  Perasaan tingkat sensatis
Perasaan ini merupakan perasaan yang berdasarkan atas kesadaran yang berhubungan dengan stimulus pada kejasmanian, misalnya rasa sakit, panas, dingin.

2.  Perasaan kehidupan vital
Perasaan ini bergantung pada keadaan jasmani seluruhnya, misalnya rasa segar, lelah da sebagainya.

3.  Perasaan kejiwaan
Perasaan ini merupakan perasaan seperti rasa gembira, susah, takut.

4.  Perasaan kepribadian
Perasaan ini merupakan perasaan yang berhubungan dengan keseluruhan pribadi, misalnya perasaan harga diri, perasaan putus asa, perasaan puas (Besot,dkk, 1950)

Di samping itu kohntamm memberikan klasifikasi perasaan sebagi berikut:
1.  Perasaan keindahan
Perasaan ini adalah perasaan yang berhubungan dengan alat-alat indera, misalnya perasaan yang berhubungan dengan pengecapan, umpamanya asam pahit, asin, manis, yang berhubungan dengan baud an sebagainya. Juga termasuk dalam hal ini  perasaan-perasaan lapar, haus, sakit, dan sebagainya.

2.  Perasaan kejiwaan
Dalam golongan ini perasaan ini masih di bedakan:
a.  Perasaan intelektual
Perasaan ini merupakan jenis perasaan yang timbul atau menyertai perasaan intelektual, yaitu perasaan yang timbul bila orang dapat memecahkan sesuatu soal, atau mendesak hal-hal yang baru sebagai hasil kerja intelektualnya.

Perasaan ini juga dapat di gunakan sebagai pendorong atau dapat juga memotivasi dalam lapangan ilmu. Oang akan merasa senang dan puas bila mendapatkan teori yang baru, dalam lapangan ilmu anak juga karena merasa sangat puas bila dapat memecahkan soal hitungan yang menurutnya suatu soal yang cukup sulit. Perasaan yang timbul ini adalah yang berhubunggan dengan perasaan intelektualnya.

b.  Perasaan keindahan
Perasaan ini timbul kalau orang mengamati sesuatu yang indah atau yang jelek, yang indah menimbulkan perasaan positif, yang jelek menimbulkan perasaan negative. Perasaan ini di sebut juga dengan perasaan estetis.

c.  Perasaan kesusilaan
Perasaan yang timbul kalau orang mengalami hal-hal yang baik atau yang buruk menurut norma-norma kesusilaan. Hal-hal yang baik akan menimbulkan perasaan yang positif dalam hal-hal yang buruk akan menimbulkan perasaan yang negative. Jadi, orang mengalami hal-hal yang positif bila berbuat baik dan akan memiliki perasaan negative  bila berbuat buruk. Perasaan kesusilaan di sebut juga perasaan etis di ambil dari bahasa Yunani yaitu enhica yang artinya ilmu yang mempelajari apa yang di namakan baik dan buruk.

d.  Perasaan kemasyarakatan (sosial)
Perasaan ini timbul dalam hubungan dengan orang lain kalau orang menguikuti keadaan orang lain, adanya perasaan yang menyertainya. Perasaan dapat bermacam-macam coraknya, misalnya cinta, benci, persahabatan, permusuhan, simpati, antipasti, kepercayaan, dan sebagainya. Perasaan senang merupakan perasaan yang positif, dan benci perasaan yang negative.

e.  Perasaan harga diri
Perasaan ini merupakan perasaan yang menyertai harga diri seseorang. Perasaan ini dapat positif yang akan timbul bila seseorang mendapatkan penghargaan terhadap dirinya. Perasaan ini dapat meningkat menjadi perasaan harga diri lebih. Tetapi perasaan ini juga dapat bersifat negative bila seseorang mengalami kekecewaan dan dapat menimbulkan harga diri kurang. Perasaan-perasaan ini di kupas oleh Alfred Alda seorang tokoh dalam psikologi individual dalam bukunya Ilmu Jiwa Dalam.

Orang yang mempunyai perasaan harga diri kurang merasa tidak mempunyai perasaan apa-apa padahal sebenarnya tidak demikian. Biasanya perasaan ini timbul karena pendidikan yang salah. Perasaan sinis (cemas) dapat di masukkan ke dalam perasaan harga diri kurang.

f.   Perasaan ketuhanan (keagamaan)
Perasaan ini menyertai kepercayaan kepada Tuhan yang mempunyai sifat-sifat serba sempurna. Perasaan percaya ini akan membawa seseorang untuk berbuat baik. Perasaan ketuhanan merupakan perasaan tertinggi atau terdalam. Perbuatan manusian yang luhur terpusat pada perasaan ketuhanan ini.

Bacaan yang Mungkin Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar