Rabu, 13 Juni 2012

Pemanfaatan Data Hasil Evaluasi

Manfaat data penilaian hasil belajar formatif adalah di samping menggambarkan penguasaan tujuan instruksional oleh para siswa, juga memberi petunjuk kepada guru tentang keberhasilan dirinya dalam mengajar. Oleh sebab itu data ini sangat bermanfaat bagi guru dalam upaya memperbaiki tindakan mengajar selanjutnya. Pertanyaan yang salah dijawab oleh kebanyakan siswa menunjukkan tujuan instruksional khusus yang yang belum dicapai oleh pengajaran tersebut. Apabila siswa menjawab salah itu merupakan hal yang lumprah tetapi jika yang menjawab salah itu dari siswa yang  pandai berarti ada sesuatu yang harus diperbaiki dalam proses belajar mengajar.


Manfaat data penilaian hasil belajar sumatif untuk mengukur tingkat penguasaan hasil belajar para siswa. Bahan pertanyaan bersumber dari GBPP untuk semester yang dituangkan dalam pertanyaan tes yang pada umumnya dibuat dalam bentuk obyektif. Data hasil penilaian sumatif dapat digunkan oleh guru untuk:
· Membuat laporan hasil belajar
·Menata kembali seluruh pokok bahasan dan subpokok bahasan setelah melihat hasil tes sumatif
· Melakukan perbaikan dan penyempurnaan alat penilaian tes sumatif
· Merancang program belajar siswa pada semester berikutnya.

Pentingnya Memanfaatkan Hasil Evaluasi
Salah satu manfaat hasil evaluasi adalah untuk memberikan umpan balik (feed-back) kepada semua pihak yang terlibat dalam pembelajaran, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurut QCA “feed-back is the mean by which teachers enable children to close the gap in order to take learning forward and improve children’s performance.” Umpan balik dapat dijadikan sebagai alat bantu guru untuk membantu peserta didik agar kegiatan belajarnya menjadi lebih baik dan meningkatkan kinerjanya. Umpan balik tersebut dapat dilakukan secara langsung, tertulis atau demonstrasi. Dalam memberikan umpan balik, guru hendaknya memperhatikan kualitas pekerjaan peserta didik dan tidak membandingkannya dengan hasil pekerjaan peserta didik lain. Umpan balik sifatnya memberikan saran dan perbaikan, sehingga peserta didik termotivasi untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses belajar serta hasil pekerjaannya.

Crooks menyimpulkan agar umpan balik dapat bermanfaat untuk memotivasi peserta didik, maka harus difokuskan pada:
µKualitas pekerjaan peserta didik dan bukan membandingkannya dengan hasil peserta didik lain.
µ Cara-cara yang spesifik sehingga pekerjaan peserta didik dapat ditingkatkan.
µ Peningkatan pekerjaan peserta didik yang harus dibandingkan dengan pekerjaan sebelumnya.
Apa yang dikemukakan Crooks lebih menekankan pada kualitas pekerjaan peserta didik sebagai faktor utama dalam menentukan jenis umpan balik yang diberikan, bukan membandingkan hasil pekerjaan peserta didik yang satu dengan lainnya, apalagi membandingkan dengan pekerjaan peserta didik yang mayoritas jawabannya benar atau sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Clarke menyarankan enam prinsip yang harus diperhatikan, yaitu:
(a)Umpan balik harus fokus pada tugas-tugas yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, dan bukan membandingkan dengan anak yang lain.
(b)Guru menggunakan bahasa verbal dan non-verbal serta memberikan pesan yang baik pada peserta didik tentang kemampuan yang mereka peroleh.
(c)Penilaian setiap bagian pekerjaan dapat mengarah pada penurunan moril bagi peserta didik yang mencapai prestasi rendah dan kepuasan bagi peserta didik yang mencapai prestasi tinggi.
(d)Penghargaan eksternal sama seperti grades.
(e)Perlu memberikan umppan balik spesifik yang terfokus pada kesuksesan dan peningkatan daripada mengoreksi.
(f) Peserta didik perlu diberi kesempatan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan mereka.

Selanjutnya, Remmer mengemukakan, we discuss here the use of test results to help students understand them selves better, explain pupil growth and development to parents and assist the teacher in planning in struction.” Pendapat Rammer ini menunjukkan, paling tidak ada tiga manfaat penting dari hasil evalusi, yaitu:
· Untuk membantu pemahaman peserta didik yang lebih baik.
· Untuk menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik kepada orang tua.
· Membantu guru dalam membuat perencanaan pembelajaran
Berikut akan dijelaskan beberapa manfaat hasil evaluasi dalam hubungannya dengan pembelajaran.

(1)   Untuk Perbaikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
Perencanaan merupakan bagian penting sekaligus menjadi pedoman dan panduan bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pembalajaran. Hasil belajar akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya perencanaan pembelajaran. Rencana pelaksanaan pembelajaran berperan sebagai skenario proses pembelajaran, karena itu harus disusun secara fleksibel dan membuka kemungkinan bagi guru sebagai pelaksana dan pengelola pembelajaran.

(2)   Untuk Mengoptimalkan Proses Pembelajaran.
Optimalisasi proses pembelajaran adalah upaya memperbaiki proses pembelajaran sehingga peserta didik mencapai keberhasilan proses dan hasil belajar. Tujuannya adalah untuk memperbaiki aspek-aspek pembelajaran yang dianggap masih kurang optimal. Cara mengoptimalkan proses pembelajaran adalah:
· Evaluasi diri secara jujur dan teliti terhadap semua aspek pembelajaran.
· Identifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan dan keberhasilan pembelajaran.

Secara umum, dapat dikatakan bahwa pemanfaatan hasil evaluasi berkaitan erat dengan tujuan menyelenggarakan evaluasi itu sendiri. Sebagaimana dijelaskan Julian C. Stanley “just what is to be done, of course, depends on the purpose of the program”. Artinya pemanfaatan hasil evaluasi sangat bergantung pada tujuan evaluasi. Misalnya, tujuan evaluasi formatif adalah untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran. Perbaikan tersebut dilakukan atas dasar hasil monitoring kemajuan belajar peserta didik.

Begitu juga dengan evaluasi sumatif yang bertujuan untuk memberikan nilai sebagai dasar menentukan kenaikan kelas atau kelulusan peserta didik dan pemberian sertifikat bagi peserta didik yang telah menyelesaikan pelajaran dengan baik. 

Manfaat Hasil Evaluasi.
Dalam praktiknya, masih banyak guru yang tidak atau kurang memahami pemanfaatan hasil evaluasi, sehingga hasil evaluasi formatif atau sumatif (misalnya) banyak dimanfaatkan hanya untuk menentukan kenaikan kelas dan mengisi buku rapor. Meskipun demikian, untuk melihat pemanfaatan hasil evaluasi ini secara komprehensif, dapat ditinjau dari berbagai pihak yang berkepentingan, yaitu:
µ Bagi peserta didik, hasil evaluasi dapat dimanfaatkan untuk:
a.Meningkatkan minat dan motivasi belajar.
b.Membentuk sikap yang positif terhadap belajar dan pembelajaran.
c.Membantu pemahaman peserta didik menjadi lebih baik.
d.Membantu peserta didik dalam memilih metode belajar yang baik dan benar.
e.Mengetahui kedudukan peserta didik dalam kelas.

µ Bagi guru, hasil evaluasi dapat dimanfaatkan untuk:
a.Promosi peserta didik, seperti kenaikan kelas atau kelulusan.
b.Mendiagnosis peserta didik yang memiliki kelemahan atau kekurangan, baik secara perseorangan maupun kelompok.
c.Menentukan pengelompokan dan penempatan peserta didik berdasarkan prestasi masing-masing.
d.Feedback dalam melakukan perbaikan terhadap sistem pembelajaran.
e.Menyusun laporan kepada orang tua guna menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.
f.Dijadikan dasar pertimbangan dalam membuat perencanaan pembelajaran.
g.Menentukan perlu tidaknya pembelajaran remidial.

µ Bagi orang tua, hasil evaluasi dapat dimanfaatkan untuk:
a.Mengetahui kemajuan belajar peserta didik.
b.Membimbing kegiatan belajar peserta didik di rumah.
c.Menentukan tindak lanjut pendidikan yang sesuai dengan kemampuan anaknya.
d.Memperkirakan kemungkinan berhasil tidaknya anak tersebut dalam bidang pekerjaannya.

µ Bagi administrator sekolah, hasil evaluasi dapat dimanfaatkan untuk:
a.Menentukan penempatan peserta didik.
b.Menentukan kenaikan kelas.
c.Pengelompokan peserta didik di sekolah mengingat terbatasnya fasilitas pendidikan yang tersedia serta indikasi kemajuan peserta didik pada waktu mendatang.

µ Bagi kepala sekolah, hasil evaluasi dapat dimanfaatkan untuk:
a.Untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa.
b.Untuk memikirkan upaya – upaya pembinaan para guru dan siswa berdasarkan pendapat, gagasan, saran, aspirasi, dari berbagai pihak (guru, siswa, orang tua) yaitu melengkapi sarana belajar.
c.Meningkatksn profesionalitas tenaga guru, pelayan sekolah, perpustakaan sekolah, tata tertib sekolah, disiplin kerja, pengawasan dll.

µ Bagi penelitian pendidikan, hasil evaluasi dapat dimanfaatkan sebagai data yang sangat diperlukan oleh para peneliti pendidikan.


Bacaan yang Mungkin Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar