Jumat, 15 Juni 2012

Tips untuk Berkomunikasi antar Budaya

Apakabar sahabatku semuanya, dalam kehidupan sehari-hari kita pastinya tidak terlepas dari yang namanya komunikasi, baik dengan teman sebaya maupun orang yang belum kita kenal, bahkan seringkali kita bertemu dengan orang yang berbeda budaya, agama, suku, dan ras dengan kita, nah... di hari yang cerah ini saya akan sedikit memberikan tips untuk berkomunikasi antar budaya agar dalam berkomunikasi terkesan lebih menarik.

Untuk menjalin hubungan dengan suku lain atau bangsa lain, kita harus menjadi komunikator yang efektif, karena hubungan dalam konteks apapun (keseharian, pendidikan, bisnis, politik, dsb.) harus di lakukan lewat komunikasi. Untuk menjadi komunikator yang efektif, seseorang harus memahami proses komunikasi (bagaimana komunikasi itu bekerja) dan prinsip-prinsip dasar komunikasi yang efektif. Hubungan yang selaras dengan suku atau bangsa lain bukanlah suatu fenomena yang muncul tiba-tiba dari ruang hampa, melainkan suatu mata rantai dari suatu rangkaian atau proses komunikasi manusia yang terjadi sebelumnya yang mempengaruhi hubungan tersebut. Perkenalan pribadi, pembicaraan dari hati ke hati, gaya dan ragam bahasa (termasuk logat bicara), cara bicara (paralinguistik), bahasa tubuh, ekspresi wajah, cara menyapa, cara duduk, dan aktivitas-aktivitas lain yang di lakukan akan turut mempengaruhi berhasil tidaknya komunikasi antar budaya. Komunikasi antar budaya yang efektif haruslah bersifat win-win (menang-menang), bukan win-lose (menang-kalah). Artinya, kita tidak membuat mitra komunikasi kita dari budaya lain merasa tertekan, di rugikan atau tertipu oleh cara kita berkomunikasi.

Kita harus mengenyahkan pikiran bahwa kesalah pahaman dan knflik yang terjadi antara berbagai kelompok budaya (suku, ras, agama) di Indonesia atau dengan bangsa-bangsa lain di dunia sebagai tidak tehindarkan, sementara kita tidak pernah berusaha mengatasi hambatan-hambatan tersebut, lewat jalur pendidikan misalnya. Pendidikan (komunikasi) antarbudaya atau multi budaya tampaknya perlu di terapkan dalam segala tingkatan, mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi. Begitu juga pelatihan dan lokakarya bagi para pegawai/eksekutif perusahaan, pejabat pemerintah, pendidik, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Pada tingkat individual kita masing-masing dapat meningkatkan kemampuan kita berkomunikasi dengan orang lain, khususnya mereka yang berbeda budaya. Setidaknya terdapat empat syarat yang harus kita penuhi.

Pertama, kita harus selalu mununda penilaian kita atas pandangan dan perilaku orang lain, karena penilaian kita tersebut sering kali bersifat subyektif, dalam pengertian berdasarkan persepsi kita sendiri yang di pengaruhi oleh budaya kita. Dengan kata lain jangan biarkan stereotip menjebak dan menyesatkan kita ketika kita berkomunikasi dengan orang lain.

Kedua, kita harus berempati dengan mitra komunikasi kita, berusaha menempatkan diri kita pada posisinya. Gunakanlah sapaan yang layak, dengan menyebut nama (atau menulis ejaannya) dengan benar, juga gelarnya jika itu di perlukan atau sesuai dengan budayanya.

Ketiga, kita di tuntut untuk selalu tertarik kepada orang lain sebagai individu yang unik, bukan sebagai anggota dari suatu kategori rasial, suku, agama atau sosial tertentu. Poin ke tiga ini akan lebih memungkinkan bila kita memenuhi syarat ke empat.

Keempat, yakni kita menguasai setidaknya bahasa verbal, dan bahasa nonverbal, dan sistem nilai yang di anut. Bahasa verbal khususnya adalah jendela budaya. Dengan memahami budaya suatu komunitas, hingga derajat tertentu kita memahami bagaimana komunitas tersebut melukiskan dunia, termasuk manusia yang ada di dalamnya. Pertimbangkanlah sistim nilai yang mereka anut, termasuk misalnya apa yang boleh dan tidak boleh di lakukan, apa makna persahabatan bagi mereka, dan bagaimana mereka memandang orang asing.

Untuk berkomunikasi dengan sebanyak-banyaknya bangsa di dunia, khususnya dengan orang Barat, setidaknya kita harus menguasai bahasa inggris, karena faktanya bahsa inggris telah menjadi bahasa pergaulan dunia. Dalam komunikasi dengan orang Barat yang sering kita temui khususnya, inilah panduan ringkasnya:
·Perlakukan mereka dengan hormat, jamgan mengecilkan mereka.
· Ketika berbicara dengan orang lain, lihat mata mereka untuk menunjukkan rasa hormat.
·Datanglah dalam perjanjian pada saat yang telah di tetapkan, atau tidak lebih dari satu atau dua menit setelahnya.
· Datanglah ke pesta makan malam antara 10 hingga 30 menit setelah waktu yang di tetapkan.
· Ketika anda berbicara, berbicaralah ringkas dan langsung.
· Ketika anda menolak suatu permohonan, berilah penjelasan mengapa Anda tidak dapat melakukan apa yang di minta orang lain.
· Pertahankan diri sendiri atas kritikan yang tidak adil dari atasan, kolega, dan bawahan.
· Ketika Anda berbicara dengan orang lain, berdirilah antara setengah hingga stu meter dari mereka.

Demikian tips mengenai cara berkomunikasi antar budaya yang bisa saya berikan, semoga bermanfaat.

Bacaan yang Mungkin Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar